ETCC 2019, Dipastikan Lebih Seru

Kejuaraan Nasional European Touring Car Championship (Kejurnas ETCC) 2018 baru saja berakhir di Sirkuit BSD Gran Prix akhir pekan lalu. Banyak meninggalkan balapan-balapan yang seru yang memacu adrenalin. Seluruh pembalap yang berlaga di ETCC 2000 dan 3000 mengeluarkan seluruh kemampuan untuk menjadi yang terbaik.
Keseruan dan pertandingan yang ketat di tahun 2018, dijamin akan lebih seru di tahun 2019 karena akan bertambahnya dua mobil eropa lainnya yaitu Porsche untuk memperketat persaingannya dengan raja dua mobil eropa sebelumnya yaitu Mercedes Benz dan BMW. Hal disampaikan oleh Andre Dumais, salah satu pendiri ETCC di Sirkuit BSD akhir pekan lalu.
“Kesengitan ETCC di tahun ini (2018) dipastikan akan lebih sengit dan seru lagi, karena bertambahnya dua mobil Porsche untuk menyaingi Mercedes Benz dan BMW. Begitu juga dengan skill para pembalapnya, dipastikan akan lebih berkembang, karena mereka pastinya akan terus berlatih untuk menjadi juara nasional,” tukas Andre.
Namun Andre mengakui, kemampuan pembalap yang turun dengan mobil Porsche masih di bawah kemampuan pembalap Kelas Pro, salah satu kelas bergengsi di ETCC 2000 dan ETCC 3000. Oleh sebab itu, pihak ETCC akan melihat dan menggodok ikemampuan para pembalap tersebut, untuk menempatkan kelas yang sesuai dengan keahliannya. Apakah akan turun di kelas Novice, Promotion, Master, atau Rising Master.
“Regulasi ETCC 2019 juga akan mengalami sedikit perubahan yaitu peraturan penggunaan lebar ban. Namun saya belum bisa menjelaskan, karena harus dibicarakan dulu dengan Komisi Teknik ETCC. Penggunaan lebar ban juga sangat penting untuk meningkatkan keselamatan pembalap saat tampil di lintasan,” ungkap Andre.
Untuk regulasi ini, lanjut Andre, tidak bisa dilakukan perubahan secara terus menerus, dan hanya bisa dilakukan perubahan minor. Karena bila regulasi terus melakukan perubahan, pastinya akan membutuhkan biaya yang lebih besar, dan ini pastinya akan memberatkan pembalap dalam hal pengeluaran biaya balap.
“Adapun untuk seri pertama di tahun 2019, akan dimulai akhir Maret, dan rencananya akan digelar dua seri sebelum Hari Raya Idul Fitri. Bukan hanya itu saja, kita juga akan mengalami pemilihan presiden pada bulan April mendatang,” tambah Andre.
Sementara itu, pembalap senior yang sudah turun di ETCC sejak tahun 2009, Gerry Nasution mengakui, dari beberapa kelas balap yang pernah diikutinya, ETCC yang paling ketat persaingannya. Seluruh pembalap yang turun di ETCC benar-benar mengeluarkan seluruh kemampuannya, baik kemampuan mengemudinya maupun dalam mempersiapkan mobilnya.
“Karena itu, seluruh pembalap harus benar-benar berkonsentrasi dan focus dalam menghadapi balapan. Tidak salah dan sangat wajar bila ETCC dijadikan Kejurnas, karena level nya sudah yang paling sulit untuk dilakukan. Terutama di seri terakhir di Sirkuit BSD, pertandingan yang amat seru untuk menentukan gelar juara nasional,” pungkas Gerry.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *