PAHAMI Terus Dorong Pengusaha Aksesoris Kembangkan Produk Berkualitas

Semaraknya aksesori aftermarket untuk mobil berkualitas rendah di pasar, menjadi perhatian khusus dari Perkumpulan Pengusaha Aksesori Mobil Indonesia (PAHAMI). Karena bila aksesori mobil berkualitas rendah itu terus dibiarkan memenuhi pasar Indonesia, ini dikhawatirkan bakal memengaruhi kepercayaan konsumen dan imbasnya keinginan membeli aksesori aftermarket jadi menurun.
Menurut Sekertaris Jenderal (Sekjen) PAHAMI Irwan Kusuma, pihaknya terus memberikan edukasi kepada setiap pelaku usaha aksesori agar mereka menjual produknya dengan standardisasi terbaik. “Sebagai Sekjen Pahami beserta pengurus lainnya, terus mendorong semua pengusaha untuk mempunyai produk dengan standardisasi terbaik yang layak pakai dan dijual,” ujar Irwan di sela-sela acara ulang tahun ke-2 PAHAMI di Jakarta Barat baru-baru ini.
Karena itulah, lanjut Abay, membuat konsumen jadi malas untuk membeli produk aftemarket lagi. Apalagi jika ingin mengembangkan produk aftermarket ke original equipment manufacturer (OEM). “Jika punya produk tidak berkualitas, produsen mobil di Indonesia pun tidak akan mau melirik aftermarket untuk bekerja sama menjadi OEM mereka,” tegas Irwan yang akrabh disapa koh Abay tersebut.
Saat ini, baru sedikit yang dipercaya Agen Pemegang Merek (APM) mobil di Indonesia terhadap aksesori aftermarket di Indonesia menjadi OEM. dari anggota kita hanya sebagian kecil saja. “Kami juga paham, sejumlah pengusaha aksesori mobil juga memiliki mimpi bahwa setiap produk yang dijualnya bisa dipakai di setiap produk merek ternama, atau bagian dari original equipment manufacturer (OEM,” tukas Irwan.
Lebih lanjut Abay menegaskan, sudah menjadi tugas Pahami untuk memberikan standardisasi produk-produk di under Pahami. Kriteria standardisasi yang diterapkan pada setiap produk aksesori, haruslah bertaraf internasional dan juga layak pakai. “Bahkan, ada baiknya anggota Pahami yang ingin menjajakan produknya berjuang dengan jujur dan bertanggung-jawab,” imbuhnya.
“Saat ini kita sudah memiliki lebih dari 100 member dan beberapa di antara nama-nama brand itu sudah aktif di OEM APM . Maka dari itu harapan kami, member-member kami dididik supaya memiliki standardisasi cukup baik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *