Tahun 2019, Privat Auto Garage Berlaga Di Balapan Internasional Sepang

Berawal dari hobinya memacu adrenalin di lintasan balap pada tahun 2009 yang turun di BMW One Make Race Grup N dan tampil sebagai juara umum. Dan pada tahun 2011 Posma Panggabean juga tampil sebagai juara umum di One Make Race Mercedesa Benz. “Dari sinilah, akhirnya menjadi suatu kewajiban bagi saya untuk tampil di setiap seri balapan di Sentul,” tegas Posma yang menjabat sebagai Team Principal PAG.
Hal ini juga yang menyebabkan Posma Panggabean pembalap ETCC 3000 Pro berinisiatif untuk membentuk tim balap sendiri yang bernama Privat Auto Garage (PAG) pada tahun 2010. Setelah sponsor mulai berdatangan, ia bsersama dengan teman-temannya termasuk mekanik tempat bengkelnya terdahulu ingin bergabung dengannya lebih serius menangani PAG ini.
Posma mengakui, dalam setiap balapan yang diikutinya, sebagian besar menurunkan mobil-mobil baru untuk memberikan warna baru tersendiri di lintasan balap. “Biasanya saya mengganti mobil baru dua tahun sekali setelah tampil sebagai juara umum dikelas yang saya ikuti,” papar Posma yang berhasil menjadi juara umum di STC (Super Touring Championship) di Sirkuit Sentul tahun 2017 lalu.

Namun di tahun 2018 ini, PAG hanya focus turun di ETCC 3000 saja untuk dua kelas yaitu Pro dan Novice karena ia melihat ETCC memiliki karakteristika tersendiri dibandingkan balap lainnya. Regulasinya pun juga cukup bagus yang selalu memperhatikan kepentingan pembalapnya,
Bukan hanya itu saja, Posma merasa persaingan di ETCC 3000 cukup ketat, seluruh tim dan pembalap sangat serius mempersiapkan mobilnya. “Ini menjadi tantangan bagi PAG yang hanya tampil di ETCC 3000 dengan menurunkan tiga pembalap yaitu Ivan Dumais dan saya sendiri turun di Kelas Pro serta Alexander Panggabean yang turun di Kelas Novice,” imbuh Posma.
Untuk tahun 2019, PAG sudah pasti akan tetap turun di ETCC 3000 dan kemungkinan juga akan turun di kelas lainnya untuk memperkaya variasi balapan dalam tim nya.
Dan di tahun depan juga, PAG berencana mengikuti balapan Merdeka Race di Sepang Malaysia, pada bulan Agustus 2019. Nantinya, PAG turun di salah satu kelas endurance dengan durasi balapan selama 4 jam. “Nanti kita akan menurunkan dua pembalapnya secara bergantian. Tapi ini juga nantinya menunggu dari peran sponsor karena di balapan Sepang nanti, setiap pembalap diperbolehkan membawa kendaraannya sendiri,” pungkas Pomas yang juga berharap agar ETCC tetap dipertahankan pada tahun depan. Karena bisa dijadikan wadah bagi pembalap-pembalap muda untuk menyalurkan hobinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *