Setelah Balap Motor Dan ASIAN Paragames 2018, M. Fadli Kini Mencoba Tantangan ETCC

Kekurangan anggota badan bukan menjadi halangan untuk meraih prestasi, hal ini dilakukan oleh M. Fadli, peraih medali emas di cabang balap sepeda ASIAN Paragames 2018 lalu. Setelah mengalami kecelakaan balap motor yang menyebabkan salah satu kakinya harus di amputasi bukan menjadi satu hambatan untuk mencoba tantangan lainnya yaitu balapan ETCC (Eurooean Touring Car Championship) 2019.
Hal ini disampaikan oleh Andre Dumais, salah satu founder ETCC Indonesia, yang merupakan penyelenggara ajang balap ETCC 2000 dan 3000 di sirkuit Sentul. “Tampilnya M. Fadli di ETCC karena keinginannya sendiri yang ingin mencoba tantangan lain dalam hidupnya. Namun, saya tidak langsung menyetujuinya untuk bisa langsung tampil di ETCC 2000,” tukas Andri.
Karena Andre Dumais, memiliki tugas untuk mengenal lebih jauh mengenai kepiawaian Fadli saat berada di balik kemudi. Baginya, salah satu hal yang harus ia ketahui dari Fadli adalah kapabilitasnya  dalam balapan mobil, mengingat ini adalah olahraga yang cukup berbahaya.
” Saya masih belum tahu M. Fadli yang mana, tim pun menjelaskan bahwa dia adalah atlet yang meraih medali emas dalam Asian Para Games. Saya sedikit kaget, hanya saja dia kan belum pernah balap mobil, saya harus tahu track recordnya dulu. Karena dia seorang figur, dan rentan akan pemberitaan, maka saya harus memastikan layak atau tidaknya Fadli turun di ETCC 2000,” imbuhnya.

Menurut Andri, bukan hanya catatan waktu terbaik saja yang menjadi perhatian, tetapi factor keselamatan yang lebih utama di setiap balapan, termasuk ETCC. Oleh sebab itu, Andre cukup terkejut karena torehan waktunya terbilang cukup baik dari pebalap lainnya. Salah satu fokus Andre Dumais faktor keselamatan untuk Fadli andaikata terjadi kecelakaan di dalam balapan. “Setelah mendapat informasi resmi dari sterward, ternyata Fadli mampu keluar dari mobil dalam waktu lima detik. Artinya itu kan bagus,” tambahmya
Dalam sesi latihan, Andre cukup kaget melihat catatan waktu M. Fadli yang mampu mencatat waktu 1:54,672 detik. Andre yang penasaran menanyakan hal ini kepada Fadli yang langsung memberikan rahasia terbaiknya untuk menembus waktu terbaik tersebut. Dalam  partisipasinya di ajang ETCC 2000, Fadli akan menggeber mobil milik Abraham Busro yang juga tampil di ETCC 2000.
Fadli sendiri merupakan Juara pertama ARRC (Asia Road Racing Championship) Kelas Supersport 600 2015 yang berlangsung di Sirkuit Sentul lalu. Selain prestasi tersebut, ia juga berhasil menyumbangkan emas dalam nomor balap sepeda Men’s C4 Individual Pursuit 4000M dalam Asian Para Games yang digelar beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *