Mercedes Benz vs BMW, Siapa Yang Unggul di ETCC 3000 Kelas Novice?

Walaupun pendatang baru di ETCC 3000 Kelas Novice, namun kepiawaian Andri Wiradhuswan sebagai pembalap sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, sebelum turun di Kelas Novice ETCC 3000, Andri menjadi jawara di Kelas Mercedes Benz tahun 2017 lalu.

Terlebih lagi mobil yang ditungganginya saat ini merupakan mobil yang dipakainya di kelas MB. Pastinya Andri sapaan akrabnya sudah tidak perlu lagi beradaptasi untuk mengenal karakteristik mobilnya. Karena itu, hingga di seri Ke-5 ini, Andri sementara menempati peringkat pertama menggusur pesaing-pesaingnya.

“Pertama kali terjun di ETCC 3000 Kelas Novice saya memang sudah menargetkan merebut gelar juara. Bagi saya, hanya dua kunci untuk merebtu gelar juara yaitu konsisten dan durability. Apalagi baru seri Ke-5 ini saya benar-benar push mobil saya, sebelumnya hanya memantau kekuatan lawan dan tidak terlalu memaksakan kinerja mobil,” tukas Andri.

Ia mengakui, lawan terberat saat ini adalah Tommy Vier yang menempati peringkat kedua sementara dengan selisih poin yang cukup tipis. “Apalagi, di seri ke-5 ini, Tommy gagal mencapai finish karena kendala mobil, otomatis poin saya bertambah agar bisa menjauh dari Tommy,” papar Andri yang mengendarai Mercedes Benz W124.

Untuk seri ke-6 nanti yang akan digelar di BSD, Andri mengaku akan lebih memperhatikan kondisi mobil, terlebih lagi rem dan cooling system, untuk pencegahan agar mesin tidak cepat panas, karena lintasan balapan yang cukup pendek.

“Apalagi air flow untuk udara bersih di sirkuit BSD tidak ada yang menyebabkan mobil cepat panas.  Bila hal ini tidak diperhatikan mesin mobil pasti akan jebol.  Dan walaupun saya pernah tampil di Sirkuit BSD dibandingkan dengan Tommy pesaing ketat saya, namun Tommy lebih unggul dari jenis mobil yang lebih pendek dibanding saya yaitu BMW E30. Begitu juga bobot mobil yang lebih berat otomatis ada kelemahan di ban, daya traksi rem ke ban lebih cepat panas saya dibanding Tommy,” ungkap Andri yang tetap optimis bisa mendapatkan hasil yang baik di Sirkuit BSD mendatang.

Sedangkan Tommy Vier yang memang belum pernah tampil di Sirkuit BSD, tidak membuatnya pesimis, namun dirinya merasa senang. Pasalnya, seluruh pembalap di Sentul akan merasakan adrenalin yang baru di BSD. “Jadi bagi saya, di Sirkuit BSD tidak ada yang dibilang senior akan lintasannya. Berbeda bila dibandingkan dengan Sentul yang rata-rata sudah senior mengenal dan paham akan karakteristik lintasan,” imbuhnya.

Pada seri ke-5 ETCC 3000 Kelas Novice, Tommy tidak bisa menyelesaikan balapan karena kendala mobil overheat yang disebabkan slang radiatornya lepas. Dan dengan sisa dua seri ini diharapkan mekanik bisa lebih memperhatikan dan mengkontrol mobil lebih baik lagi agar tidak mengalami kendala lagi.

“Kalau dibilang lawan terberat adalah Andri Wira yang saat ini berada di atas saya di peringkat sementara. Dan di sisa dua seri ini saya akan terus mempelajari racing line yang saat ini masih terus beradaptasi. Pastinya juga kondisi mobil akan terus diperhatikan agar tidak mengalami kendala lagi,” pungkas Tommy yang saat ini mencatat best time 1:51 menit.

Walaupun pendatang baru di ETCC 3000 Kelas Novice, namun kepiawaian Andri Wiradhuswan sebagai pembalap sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, sebelum turun di Kelas Novice ETCC 3000, Andri menjadi jawara di Kelas Mercedes Benz tahun 2017 lalu.

Terlebih lagi mobil yang ditungganginya saat ini merupakan mobil yang dipakainya di kelas MB. Pastinya Andri sapaan akrabnya sudah tidak perlu lagi beradaptasi untuk mengenal karakteristik mobilnya. Karena itu, hingga di seri Ke-5 ini, Andri sementara menempati peringkat pertama menggusur pesaing-pesaingnya.

“Pertama kali terjun di ETCC 3000 Kelas Novice saya memang sudah menargetkan merebut gelar juara. Bagi saya, hanya dua kunci untuk merebtu gelar juara yaitu konsisten dan durability. Apalagi baru seri Ke-5 ini saya benar-benar push mobil saya, sebelumnya hanya memantau kekuatan lawan dan tidak terlalu memaksakan kinerja mobil,” tukas Andri.

Ia mengakui, lawan terberat saat ini adalah Tommy Vier yang menempati peringkat kedua sementara dengan selisih poin yang cukup tipis. “Apalagi, di seri ke-5 ini, Tommy gagal mencapai finish karena kendala mobil, otomatis poin saya bertambah agar bisa menjauh dari Tommy,” papar Andri yang mengendarai Mercedes Benz W124.

Untuk seri ke-6 nanti yang akan digelar di BSD, Andri mengaku akan lebih memperhatikan kondisi mobil, terlebih lagi rem dan cooling system, untuk pencegahan agar mesin tidak cepat panas, karena lintasan balapan yang cukup pendek.

“Apalagi air flow untuk udara bersih di sirkuit BSD tidak ada yang menyebabkan mobil cepat panas. Bila hal ini tidak diperhatikan mesin mobil pasti akan jebol. Dan walaupun saya pernah tampil di Sirkuit BSD dibandingkan dengan Tommy pesaing ketat saya, namun Tommy lebih unggul dari jenis mobil yang lebih pendek dibanding saya yaitu BMW E30. Begitu juga bobot mobil yang lebih berat otomatis ada kelemahan di ban, daya traksi rem ke ban lebih cepat panas saya dibanding Tommy,” ungkap Andri yang tetap optimis bisa mendapatkan hasil yang baik di Sirkuit BSD mendatang.

Sedangkan Tommy Vier yang memang belum pernah tampil di Sirkuit BSD, tidak membuatnya pesimis, namun dirinya merasa senang. Pasalnya, seluruh pembalap di Sentul akan merasakan adrenalin yang baru di BSD. “Jadi bagi saya, di Sirkuit BSD tidak ada yang dibilang senior akan lintasannya. Berbeda bila dibandingkan dengan Sentul yang rata-rata sudah senior mengenal dan paham akan karakteristik lintasan,” imbuhnya.

Pada seri ke-5 ETCC 3000 Kelas Novice, Tommy tidak bisa menyelesaikan balapan karena kendala mobil overheat yang disebabkan slang radiatornya lepas. Dan dengan sisa dua seri ini diharapkan mekanik bisa lebih memperhatikan dan mengkontrol mobil lebih baik lagi agar tidak mengalami kendala lagi.

“Kalau dibilang lawan terberat adalah Andri Wira yang saat ini berada di atas saya di peringkat sementara. Dan di sisa dua seri ini saya akan terus mempelajari racing line yang saat ini masih terus beradaptasi. Pastinya juga kondisi mobil akan terus diperhatikan agar tidak mengalami kendala lagi,” pungkas Tommy yang saat ini mencatat best time 1:51 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *