ETCC 2000 Kelas Promotion, Perseteruan Dua Brand Mobil Eropa

Kehadiran mobil Peugeot di kancah balapan European Touring Car Championship (ETCC) 2018 semakin memperketat persaingan mobil-mobil Eropa yang sebelumnya selalu dikuasai oleh BMW dan Mercedes Benz. Terlebih lagi dipersaingan Kelas Promotion yang hingga seri kelima peringkat pertama dan kedua memiliki nilai yang cukup tipis hingga belum dapat dipastikan siapa yang akan tampil sebagai juara umum.

Seperti yang terjadi pada pembalap Muhammad Ariesta Novaldi yang menunggangi mobil BMW E36 dengan mesin M44 dengan Aditya Sanjaya yang membawa mobil Peugeot 405 8Valve karburator produksi tahun 1995.

Muhammad Ariesta Novaldi atau biasa dipanggil Noval merupakan mantan juara umum Kelas Retro Juara Umum 3 tahun 2014, sempat vakum tahun 2015 dan turun kembali di tahun 2016-2017 di Kelas Mobil Klasik. Kemudian di tahun 2018 ini turun di ETCC 2000 Kelas Promotion yang dianggapnya lebih menantang dibandingkan kelas yang diikuti sebelumnya.

“Regulasi dan persaingan di ETCC jauh lebih ketat dibanding Kelas Retro dan Klasik, hal ini membuat saya terpecut untuk selalu tampil baik dan maksimal. Begitu juga dengan mobil yang saya kendarai, kerusakan-kerusakan pada mobil Euro 2000 belum pernah saya temukan seperti yang ada di mobil klasik. Dan Alhamdulillah dari seri pertama hingga kelima ini semakin membaik dan selalu mencapai garis finish,” imbuh Noval.

“Lawan terberat saya Aditya Sanjaya dengan mobil Peugeot 405 dan pengumpulan nilai juga saling kejar. Alhamdulillah saat ini saya masih unggul, namun harus tetap waspada dan tetapi bersiap diri menghadapi seri berikutinya,” tukas Noval.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Aditya yang membawa Peugeot 405 1995 mesin 8 valve karburator, adrenalin ETCC 2000 juga jauh lebih menantang dibandingkan kelas STCC (Supercar Touring Car Championship) Peugeot yang pernah diikutinya tahun 2017 dan tampil sebagai juara umum.

“Bagi saya ETCC sangat kompetitif dan jenjangnya sangat jelas, begitu juga dengan persaingan antar brand juga ketat. Seperti saya dengan Noval, pakai dua brand mobil eropa yang berbeda namun persaingan di lintasan cukup ketat. Saat ini saya berada di peringkat kedua karena di seri 4 dan seri 5 saya tidak bisa mencapai garis finish karena kendala mobil,” paparnya.

Namun hal ini tidak membuatnya patah semangat, bahkan terpacu untuk tampil lebih baik lagi dan mobil yang lebih dipersiapkan lagi agar bisa tampil sebagai juara umum hingga seri terakhir nanti. “Saya pernah juara pertama di seri-seri awal lalu, namun mengalami kendala di seri-seri berikutnya. Dan dengan persiapan yang matang lagi, saya optimis bisa tampil sebagai juara pertama di seri keenam nanti, dan menggeser Noval dari peringkat pertama,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *